Selasa, 20 November 2018

AUTOBIOGRAFI SUPRIYATI



AUTOBIOGRAFI
SUPRIYATI

Nama aku Supriyati, nama panggilan ku supri,  lahir di Ciamis 18 Juni 1990. Aku anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Bapak Parman dan Ibu Yatem. Orang tua ku tinggal di Dusun Sidamulya RT 004 RW 009 Desa Langensari Kota Banjar Provinsi Jawa Barat. Aku dilahirkan dari keluarga yang sederhana. Bapak dan ibu ku bekerja sebagai buruh tani.
Waktu lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) aku hampir saja tidak dilanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) karena orang tua ku sudah tak mampu membiayai sekolah ku. Namun, aku tetap memaksa kepada orang tua agar mengizinkan aku untuk daftar sekolah SMA.  Aku menangis ketika bapak ku tak kunjung mengizikan ku untuk melanjutkan sekolah. Walaupun bapak sudah tak memberi izin tapi aku masih terus berdoa dan belajar karena aku pikir cuma itu yang bisa aku lakukan untuk tetap semangat dan yakin bahwa Allah akan memberikan jalan terbaik. Alhamdulillah setelah berdoa dan terus belajar akhirnya bapak dan ibu ku nekat mengizinkanku untuk mendaftar ke SMA.
Setelah masuk SMA beda dengan anak-anak yang lain, ketika mereka asyik dengan dunia barunya, justru aku harus berpikir bagaimana agar orang tua ku tidak terbebani biaya sekolah ku. Keadaan ekonomi keluarga yang demikian tidak membuat ku minder, justru aku merasa tertantang untuk tetap berprestasi dan mampu bersaing dengan teman-teman. Ketika ada tugas dari guru, aku sering meminjam buku pelajaran teman-teman karena pada waktu itu aku belum bisa membeli buku pelajaran yang harganya cukup mahal sekitar Rp. 30.000,- s.d. Rp 50.000,- per buku. Tidak hanya meminjam dari teman tapi terkadang aku juga meminjam buku guru ku. Aku merasa beruntung mempunyai teman-teman yang baik dan wali kelas yang baik. Sejak kelas satu sampai kelas tiga khusus untuk buku matematika , aku selalu dibelikan oleh guru matematika ku.
Aku adalah termasuk siswa yang aktif dalam organisasi dan sangat menyukai pelajaran matematika. Alhamdulillah karena keaktifanku di organisasi, aku mendapat kesempatan untuk ikut beasiswa yang diadakan oleh pihak sekolah. Pada waktu itu, banyak syarat yang harus dipenuhi beberapa diantaranya yaitu harus aktif organisasi dan memiliki nilai yang bagus di kelas. Setelah melalui beberapa tahap seleksi, Alhamdulillah aku terpilih menjadi salah satu diantara teman-teman yang mendapat beasiswa tersebut. Berkat beasiswa yang di berikan pihak sekolah biaya sekolahku menjadi lebih ringan.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, pelajaranpun mulai sulit. Aku merasa sangat kesulitan ketika diberi tugas dadakan oleh guru untuk mengerjakan soal yang ada di LKS atau Buku Paket karena aku tidak memilikinya dan harus menunggu teman-teman selesai mengerjakannya, baru aku bisa meminjam bukunya. Aku berpikir bagaimana cara aku mendapatkan uang untuk membeli buku-buku tersebut supaya aku tidak tertinggal oleh teman-teman. Waktu itu aku mencoba mencari kerja, ku datangi rumah mewah yang kemungkinan butuh asisten rumah tangga. Dalam kondisi aku masih pakai baju seragam ku ketok pintu si rumah mewah itu “ibu boleh saya bekerja disini, saya bisa masak, bisa nyuci dan bersih-bersih.”, tapi aku ditolak karena mungkin ibunya juga tidak tega memperkerjakan anak sekolah sebagai asisten rumah tangganya. Akhirnya ku mencari cara lain, ketika tetangga butuh bantuan untuk mengantar padi ke pabrik, aku dengan gesit menyodorkan diri dan kemudian dapat upah. Upah itu aku kumpulkan untuk membeli buku. Selain itu aku dan satu orang teman terkadang patungan untuk membeli buku-buku tertentu yang memang sangat penting. Biasanya untuk hak milik kita atur jadwalnya per minggu pindah hak milik. Alhamdulillah sampai lulus SMA semua berjalan lancar.
Ketika dibangku SMA aku mempunyai mimpi agar kelak bisa melanjutkan kuliah seperti teman-teman. Namun, ketika lulus harapan itu tipis. Ketika itu adik ku sekolah SMP dan memerlukan biaya cukup besar. Aku tak boleh egois, aku harus bantu orang tua ku membiayai sekolah adik ku. Pada akhirnya ku putuskan untuk berangkat ke Bekasi mencari pekerjaan. Sudah sebulan di Bekasi tinggal bersama saudara tapi aku belum mendapatkan kerja. Suatu hari ada yang datang ke rumah saudara ku dan mencari asisten rumah tangga. Aku langsung ambil kesempatan itu karena ku pikir dari pada nganggur, kenapa gak ambil dulu pekerjaan yang ada, yang penting halal dan bisa menghasilakan uang karena mungkin ini memang jalan yang harus dilalui.
Hanya dua bulan aku bekerja sebagai asisten rumah tangga karena saat itu ada tawaran di sebuah moll untuk menjadi cleaning service dan ku ambil lagi kesempatan itu. Saat aku bekerja sebagai cleaning service, aku tak hanya berdiam diri menjalankan profesi tersebut, aku berusaha melamar ke perusahaan-perusahaan untuk menjadi karyawan kontrak di Perusahaan yang gajinya lebih besar. Ketika aku menjadi cleaning service kemungkinan untuk menabung agar aku bisa melajutkan kuliah itu sulit, tapi kalau nanti aku bekerja di Perusahaan manufaktur atau sejeninya. kemungkinan besar aku bisa bantu biaya adik sekolah sekaligus bisa menabung untuk biaya melanjutkan kuliah.
Alhamdulillah selang tiga bulan bekerja sebagai cleaning service di moll, aku mendapat panggilan di PT. Sanyo sebagai operator produksi. Bekerja sebagai karyawan PT yang mempunya gaji cukup besar memberikan kesempatan untuk bisa menabung. Alhamdulillah setelah dua tahun tiga bulan bekerja di PT.Sanyo, aku bisa mendaftar kuliah di kampus Unisma Bekasi. Namun, saat masuk kuliah aku harus resign dari PT. Sanyo karena jam kuliah dengan jam kerja berbenturan. Setelah masuk kuliah aku mencoba mencari pekerjaan lain yang waktunya bisa diatur agar tidak berbenturan dengan jam kuliah dan Alhamdulillah aku diterima di PT Arnott’s Indonesia yang jam kerjanya tiga shift. Bekerja di PT.Arnott’s Indonesia tidak bertahan lama karena pada waktu itu, PT.Arnott’s ada pengurangan karyawan dan aku salah satu karyawan yang dihabiskan masa kontraknya.
Pada semester dua tabungan ku sudah mulai menipis dan hanya cukup untuk makan dan bayar kosan saja, sedangkan waktu itu aku belum mendapat pekerjaan lagi. Aku coba mengikut program beasiswa, namun gagal karena ada seorang teman yang nilainya masih di atas ku. Bingung harus berbuat apa lagi, tapi yakin Allah akan menolong hambaNYA yang sedang berjuang menuntut ilmu. Di semester tiga, aku mencoba lagi untuk ikut beasiswa dari Dikti Jawa Barat yaitu Beasiswa Siklus karena kebetulan nilai ku sudah bisa bersaing dengan teman-teman yang lain. Setelah semua persyaratan terkumpul, ku serahkan semua berkasku ke bagian Fakultas untuk proses selanjutnya. Aku minta Bapak dan Ibu ku bantu doa agar aku dapat beasiswa itu. Alhamdulillah setelah melalui beberapa tahapan akupun dinyatakan sebagai mahasiswa yang berhak mendapatkan beasiswa siklus. Saat itu aku belum tau nominal beasiswa itu, ku berpikir beasiswa itu sekitar Rp. 4.000.000’- cukup untuk biaya satu semester saja. Sujud syukur Allah maha baik ternyata nominal beasiswa itu jauh di atas perkiraan ku. Alhamdulillah nominal beasiswa yang diberikan oleh Dikti cukup untuk membiaya biaya kuliahku sampai selesai, bahkan biaya wisuda dan biaya untuk kebutuhan skripsipun bisa teratasi dengan beasiswa Dikti tersebut. 
Berbekal dari pengalaman aku suka bercerita kepada teman-teman yang kurang semangat dalam belajar. Aku ingin teman-temanku tidak ada yang menyesal dikemudian hari karena keputusannya saat ini. Banyak sekali anak-anak yang ekonomi keluarganya mampu untuk membiaya sekolah anak-anaknya sampai ke perguruan tinggi tapi justru anaknya yang tidak mau untuk melanjutkan sekolah, alasannya cuma karena sudah malas berpikir. Ketika ada teman yang punya pemikiran demikian, aku sering menegurnya karena tidak semua anak bisa mempunyai kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus pusing memikirkan biaya. Terkadang ku cerita tentang pengalaman ku yang begitu keras harus berjuang agar bisa melajutkan sekolah. Alhamdulillah ada beberapa teman yang berhasil kembali semangat untuk melanjutkan sekolah setelah mendengar kisah perjuanganku. Aku berharap suatu hari nanti aku bisa menjadi motivator bagi masyarakat Indonesia khususnya dalam berjuang dalam menempuh  pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik.
Dalam hal kepribadian, aku termasuk orang yang senang memajukan orang lain (Motivator) karena secara tidak langsung ketika kita memberikan motivasi kepada orang lain sama saja kita memotivasi diri sendiri, senang berkomunikasi dalam semua kalangan baik kalangan bawah maupun atas contohnya di kantor aku suka berkomunikasi dari mulai office boy sampai level manager,  senang mempelajari hal baru, senang melayani orang lain contohnya saat ini aku dan teman-teman organisasi mendirikan Bimbel gratis untuk anak-anak sekitar lokasi tempat tinggalku, punya intuisi dalam memilih jalan menuju tujuan. Namun, aku termasuk orang yang tidak berani  konfrontasi, tidak tegaan, tidak suka konflik, tidak punya empati, tidak rapih, dan tidak teliti.


Rabu, 29 Agustus 2018

MIMPI KU MEMPUNYAI BIMBEL

MIMPI KU MEMPUNYAI BIMBEL 

Memiliki usaha yang sesuai dengan hobby kita adalah sebuah impian bagi banyak orang. Begitupun dengan saya, sejak dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA) selain hobby membaca novel, saya sangat suka dunia pendidikan. Ketika guru matematika berhalangan hadir maka sayalah yang paling semangat menggantikan tugas sang guru untuk mengajarkan matematika ke teman-teman kelas. Bagi saya berbagi ilmu dengan orang-orang merupakan sebuah kebahagia dan kepuasan tersendiri. 

Setelah lulus SMA saya mempunyai impian mendirikan Bimbingan Belajar (Bimbel). Tentunya hal itu tidaklah mudah karena saya harus mempunyai gambaran terlebih dahulu tentang Bimbel itu sendiri. Oleh karena itu ketika saya menjadi mahasiswa selain menjadi asisten Dosen (Asdos), saya juga aktif sebagai Tutor di salah satu Bimbel di kota Bekasi. Alhamdulillah dengan bekerja di sebuah Bimbel, saya mempunyai gambaran bagaimana dan apa saja yang harus kita siapkan ketika kita akan mendirikan sebuah bimbel. 

Alhamdulillah setelah lulus kuliah saya dan teman-teman organisasi mendirikan sebuah bimbel dengan nama "Rumah KAMMI Pintar". Bimbel ini kami resmikan pada tanggal 14 Juli 2018 di balai RW 12 Pengasinan Bekasi Timur. Alhamdulillah Ditahun pertama, murid yang daftar sebanyak +-40 siswa. Bimbel "Rumah KAMMI Pintar" adalah Bimbel gratis untuk tingkat pra sekolah sampai kelas 6 SD. Adapun pengajarnya yaitu mahasiswa dari berbagai kampus seperti UNISMA, Bani Saleh, BSI dan lain-lain. Saya berharap dengan didirikannya Bimbel "Rumah KAMMI Pintar" akan membantu Adik-adik dalam belajar sehingga nantinya akan menjadi anak yang berprestasi terutama dalam bidang akademik. 

Rencana untuk tahun berikutnya,saya dan teman-teman akan membuka kelas baru untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sekolah Menengah Atas (SMA). Mudah-mudahan bisa terlaksana. kami mohon doa dari pembaca supaya apa yang menjadi targetan kami bisa tercapai. aamiin.