Perjuangan Mahasiswa perantau dan
pekerja
Kami
langkahkan kaki ini menuju kota, meninggalkan kampung halaman tercinta untuk
mengejar sebuah cita-cita. Hidup dengan penuh suka cita membuat hidup lebih
berwarna dan berharga. Kami adalah manusia-manusia yang hanya bisa terus
berusaha untuk mewujudkan satu persatu impian yang telah lama kami ukir dengan
penuh keyakinan. kami tekadkan hati ini untuk melanjutkan pendidikan ke
perguruan tinggi dengan hasil dari kerja keras kami. Perjalanan yang kami lalui
tidak selalu mulus namun banyak batu-batu kerikil yang membuat kaki ini tidak
bisa berjalan dengan cepat. Terkadang kaki kami terkilir bahkan berdarah dalam
melalui perjalanan hidup ini. Namun, hal ini tidak memadamkan semangat kami
untuk terus mengejar impian kami. Kami adalah pejuang-pejuang yang ingin
memajukan kehidupan keluarga baik dalam segi ekonomi ataupun pendidikan. kami
harus berjuang untuk menghasilkan pundi-pundi uang untuk biaya kuliah kami. Siang
malam kami bagi waktu untuk bekerja, kuliah dan istirahat. Lelah? semua
perjuangan memang melelahkan, begitupun dengan kami, kami yang terkadang merasa
lelah dengan jalan hidup ini. Waktu bagi kami sangat berharga, hari libur kerja
kami gunakan untuk mengerjakan tugas kuliah yang sudah menumpuk. Ketika
mahasiswa lain tertidur pulas, mungkin berbeda dengan kami yang harus berdiri
di depan mesin pencetak makanan ataupun barang-barang elektonik dan otomotif
semalaman. Ngantuk? sudah pasti ngantuk, namun apa daya, ini adalah kewajiban
kami sebagai kuli-kuli pabrik. Jika kami berhenti bekerja maka itu bertanda
ancaman bagi keberlangsungan pendidikan kami. Tidak sedikit dari kami yang
kebingungan bahkan menangis ketika menjelang ujian karena belum bisa melunasi
biaya kuliah. Uang kuliah yang semakin meningkat membuat hidup kami semakin
terpuruk. Kami bertahan dengan saling membantu dan menyemangati satu sama lain.
Tidak jarang diantara kami yang mengabaikan kondisi kesehatan sendiri, yang
terpikir oleh kami hanya bagaimana kami bisa menghasilkan uang dan bisa lancar
kuliah. Namun, kami merasa bersyukur karena Allah telah mempererat ikatan
persahabatan kami. Jika salah satu diantara kami sakit maka teman yang lain
akan mengingatkan yang sakit walau hanya sekedar mengingkatkan untuk
beristirahat. Kami hanya berharap perjuangan ini berujung kebahagiaan. kami berharap
impian yang kami nanti-nantikan akan terwujud. Ya, Kami para mahasiswa perantau
dan pekerja yang berusaha mengejar impian kami.
Semangat
buat teman-teman pekerja yang sedang mengejar cita-cita. yakinlah perjuangan
kalian tidak akan sia-sia. PIKIRKAN dan LAKUKAN SEGERA, JALANI dan NIKMATI.
By:
-SPS-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar